Asisten Daerah Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Ir. H. Agus Rachlan Suherlan, MM didampingi Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kepala DKUPP, Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan, serta Kepala DPMD menerima Pemrakarsa/Penggagas Catur Multikarya Parama dalam Pengembangan Zero Waste Management dan Ketahanan Pangan di Aula Dinas Lingkungan Hidup.
Pada dekade terakhir ini, zero waste management muncul sebagai satu dari konsep pendekatan pengelolaan persampahan yang dianggap menjanjikan. Berbagai pihak telah memperkenalkan zero waste sebagai cara baru dalam pengelolaan sampah. Hal ini bertujuan untuk mengurangi sekecil mungkin timbulan sampah yang dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kabupaten.
Pemerintah Kabupaten Purwakarta saat ini menjadikan pengelolaan sampah sebagai salah satu prioritas pada pembangunan daerah sehingga pengambilan kebijakan untuk pengelolaan sampah terus diupayakan secara maksimal dengan sasaran mengubah pemahaman konvensional sampah sebagai sesuatu yang tidak berguna menjadi sumber atau input dalam proses lainnya secara berkelanjutan dalam konteks yang lebih luas sebagai penjabaran konsep circular economy menyangkut proses reduce, recycle, dan recovery. Kabupaten Purwakarta mengupayakan langkah itu dengan menerbitkan program Raksapuri dan pola pengelolaan sampah mandiri di tingkat desa.
Konsep zero waste sudah diterapkan di Kabupaten Purwakarta, Pemerintah Daerah berharap sampah rumah tangga menjadi terpilah sesuai jenisnya, sehingga masyarakat dapat membuat kompos dari sampah organik dan ada nilai ekonomi dari sampah anorganik yang dihasilkan.
Adapun langkah-langkah dalam mendukung zero waste diantaranya :
1. Melakukan tracking data persampahan
2. Membuat definisi zero waste dan mempromosikannya
3. Memprioritaskan aktivitas pengurangan sampah
4. Mengajak orang untuk melakukan gaya hidup zero waste
5. Membuat kerjasama dengan produsen barang
6. Ikut aktif memberikan masukan regulasi mengenai persampahan
7. Mewujudkan Landfill free
8. Ikut menyejahterahkan petugas pengumpul sampah
Di masa pandemi Covid-19, Zero Waste dapat dilakukan dengan langkah-langkah berikut :
1. Pemilahan sampah harus tetap dilakukan karena dalam situasi saat ini jika sampah tidak terpilah para petugas akan semakin rentan tertular virus. Selain itu, sebaiknya warga melakukan pengomposan mandiri agar meringankan beban para petugas.
2. Menggunakan masker kain yang dapat dicuci ulang, karena selain masker medis diperuntukan oleh para tenaga medis dan pasien, masker medis juga merupakan masker sekali pakai yang akhirnya akan menjadi sampah.
3. Memisahkan limbah infeksius. Sebelum dibuang sebaiknya di potong-potong kecil terlebih dahulu supaya tidak digunakan kembali oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Setelah dipisahkan diberi label “sampah infeksius” tujuannya agar petugas dapat berhati-hati dalam proses pengambilan dan pengolahan. Karena selain masalah sampah kesehatan dan keselamatan petugas sangatlah penting.
4. Belanja daring juga harus disiasati dengan menghindari penggunaan plastik sekali pakai. Langkah kecil tersebut sangat berkontribusi membantu gerakan Zero Waste dan meringankan beban kerja tenaga kebersihan.
Komentar
Posting Komentar