Bupati Purwakarta Ambu Anne Ratna Mustika menghadiri Kolaboraksi dengan Menpanrekraf/Baparekraf dalam rangka Pengembangan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif di Kementerian Pariwisata Jakarta.
Menpanrekraf/Baparekraf mengundang 10 Kepala Daerah untuk mendengar berbagai program serta kendala yang dihadapi di wilayah masing-masing dalam pengembangan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.
Kepala Daerah yang diundang diantaranya Bupati Purwakarta, Bupati Lampung Barat, Walikota Bandar Lampung, Bupati Sukabumi, Bupati Subang, Walikota Dumai, Bupati Blora, Kab Aceh Selatan, Walikota Bekasi, Walikota Bandung
Tujuan pertemuan ini untuk memperkuat kolaboraksi, bahwa audinesi adalah bagian dari tradisi untuk memperkuat kerja sama agar Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah dapat bersinergi untuk menggeliatkan kembali sektor pariwisata dan ekonomi kreatif yang melemah akibat pandemi COVID-19.
Para Bupati dan Walikota juga berkesempatan untuk memaparkan berbagai program unggulan pengembangan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di daerah masing-masing. Mulai dari segi atraksi wisata yang dihadirkan, amenitas, serta aksesibilitasnya.
Bupati Purwakarta menyampaikan Kabupaten Purwakarta mempunyai destinasi unggulan Pariwisata diantaranya Air Mancur Sri Baduga, 4 Diorama Kabupaten Purwakarta, Gunung Parang, Grama Tirta Jatiluhur, Ujung Aspal Pasir Langlang Panyawangan.
Purwakarta juga mempunyai prinsip pembangunan kepariwisataan yang bertanggung jawab terhadap lingkungan fisik, sosial dan budaya masyarakat Purwakarta, serta Pembangunan kepariwisataan yang terintegrasi harus sinergis dengan pembangunan daerah dan wilayah yang lebih luas baik kepariwisataan Provinsi Jawa Barat dan Nasional.
Potensi Keanekaragaman Purwakarta memiliki 20 Jenis Kesenian Tradisi, 4 Museum Digital, 2 Desa wisata, Pembangunan, Daerah Purwakarta berkarakter, Makanan tradisional, Permainan Rakyat, Upacara Tradisional, Situs Purbakala, Para pelaku Seni, 185 Pelaku Ekonomi Kreatif, dan 63 Destinasi Wisata.
Menparekraf memberikan beberapa arahan. Pertama, tiap kepala daerah diharapkan dapat membuat narasi yang positif dan menunjukkan nilai-nilai optimisme bahwa sektor pariwisata akan bangkit kembali.
Kedua, Menparekraf desa wisata merupakan program unggulan Kemenparekraf/Baparekraf ke depan, Kepala Daerah diharapkan dapat meningkatkan kompetensi SDM serta mengidentifikasi berbagai potensi yang ada supaya bisa beralih dari desa rintisan menjadi desa wisata mandiri.
Desa wisata ini program andalan dan program unggulan, jadi para Kepala Daerah fokus untuk melakukan scaling up dari desa rintisan menjadi desa mandiri karena ini yang disebut sebagai rural tourism yang akan menjadi prioritas ke depan, yaitu pariwisata berkualitas dan berkelanjutan dan ini memberdayakan masyarakat, jadi pariwisata bukan hanya milik kelas menengah atas, tapi pariwisata milik semua.
Komentar
Posting Komentar