Ziarah ke makam sanak saudara yang telah meninggal dunia pada hari pertama lebaran dan kedua menjadi tradisi masyarakat purwakarta yang masih terjaga sampai saat ini.
Para peziarah membawa air serta bunga untuk ditabur di atas makam sanak saudara yang telah meninggal dunia. Tidak banyak ritual yang dilakukan saat berziarah, saat di pemakaman, mereka membaca yasin, tahlil dan berdoa serta membersihkan pemakaman keluarga dan kerabatnya yang terlihat kotor dan ada semaknya.
Namun karana ada larangan mudik saat pandemi, keluarga di perantauan tidak bisa datang berziarah ke makam langsung Saat ini mereka hanya bisa mendoakan dari jauh.
Masyarakat Purwakarta dalam melakukan ziarah kubur tetap memerhatikan protokol kesehatan demi mencegah penyebaran Covid-19.
Berkah rezeki di idul fitri begitu terasa oleh pejaga makam dan petugas kebersihan
Petugas biasanya membersihkan makam dari rumput liar. Mereka juga menyapu sekitar makam agar bersih dari dedaunan kering yang rontok. Batu nisan makam juga dibersihkan dengan cara dilap.
Ramainya penziarah menjadi berkah tersendiri bagi penjaga dan petugas kebersihan makam. Mereka bisa mendapatkan rezeki berlimpah dari penziarah. Dengan membersihkan makam yang sedang diziarahi.
Hari raya Idul Fitri tidak hanya perihal saling memaafkan, namun juga memiliki makna saling berbagi dan menjalin hubungan dengan sesama.
#purwakartaistimewa
#indanyaberbagi
Komentar
Posting Komentar