Bupati Purwakarta Ambu Anne Ratna Mustika menghadiri Rapat Evaluasi Penanganan Covid-19 Kecamatan Purwakarta, bertempat di Aula Dinas Kesehatan.
Rapat kali ini berkaitan dengan kondisi Kecamatan Purwakarta dalam menghadapi pandemi covid-19, karena sampai hari ini menjadi kecamatan paling tinggi kasus terkonfirmasi positif Covid-19.
Camat Purwakarta menyampaikan telah mengevaluasi sejak bulan Mei, sebab saat itu tren nya adalah himbauan dilarang mudik dan telah mengintruksikan kepada lurah untuk mendata setiap warga pendatang yang tinggal di petak, sampai yang mau mudik harus membuat surat pernyataan terlebih dahulu.
Sesuai dengan yang di instruksikan kecamatan Purwakarta telah melakukan pembatasan masyarakat sampai RT/RW untuk tetap menghindari lonjakan kasus covid-19 ini, dan akan bertindak cepat untuk melakukan Tracking serta tes swab antigen secara masal kepada seluruh warga.
Sementara itu Bupati Purwakarta menyampaikan aktifitas masyarakat di kecamatan kota ini sangat tinggi, orang yang bekerja itu lebih banyak dari pada yang tinggal dirumah. Sehingga akan berinteraksi secara langsung dengan setiap orang, pekerjaan formal dan informal itu ada di kawasan berisiko tinggi. Seperti pedagang pasar, PKL dan lain sebagainya.
Sebelumnya kelurahan nagri kidul telah keluar dari zona merah dalam jangka waktu satu minggu, dan kelurahan yang paling mengkhawatirkan adalah purwamekar. Sebab angka kematian yang terkonfirmasi positif cukup tinggi, kesembuhannya juga paling rendah dari jumlah keseluruhan.
Diperlukan upaya-upaya yang sinergis dan strategis untuk bisa menahan laju kenaikan angka konfirmasi positif, dilakukan dengan memutus rantai penularan yaitu dengan menemukan orang-orang yang terinfeksi untuk diobati dan diisolasi.
Rapat ini dihadiri Dandim, Wakapolres, Kadis Damkar, Kadishub, Sekretaris Satpol PP, Sekdis Dinkes, Camat Purwakarta, Kepala Puskesmas, dan Para Lurah se-kecamatan Purwakarta.
Komentar
Posting Komentar