Rapat Evaluasi PPKM Darurat di Provinsi Banten, Provinsi Jawa Barat, dan DKI Jakarta

Prokompim (13 Juli 2021), Bupati Kabupaten Purwakarta Ambu Hj. Anne Ratna Mustika, SE, mengikuti kegiatan Rapat Evaluasi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di Provinsi Banten, Provinsi Jawa Barat, dan DKI Jakarta melalui video converence, bertempat di Aula Janaka.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi sekaligus Wakil Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) Luhut Binsar Panjaitan dalam sambutannya, menyampaikan dalam pelaksanaan PPKM Darurat ini trend mobilitas terus menurun namun sebagian daerah pantura, jawa barat, dan jawa tengah masih ada peningkatan mobilitas dikarenakan daerah tersebut merupakan zona industri.

Dapat dilihat per-tanggal 11 juli dan 12 juli terjadi peningkatan indeks komposit atau lonjakan mobilitas masyarakat, dikarenakan merupakan hari akhir pekan dan hari awal masuk kerja sehingga terjadi lonjakan mobilitas masyarakat.

Adapun jika terjadi lonjakan kasus 30% dan 60% akan dibuat skenario peningkatan kapasitas rumah sakit yang akan di atur melalui 2 (dua) hal yakni ;

1. Konversi tempat tidur RS non Covid-19 menjadi Covid-19 diseluruh Jawa Bali menjadi 40% (kecuali DKI)
2. Penambahan rumah sakit lapangan atau rumah sakit darurat bekerjasama dengan TNI.

Gubernur Provinsi Jawa Barat Ridwan Kamil dalam kesempatannya untuk memaparkan kondisi terkini Jawa Barat, menyampaikan dengan menggunakan teknologi waze komoditi record dalam penanganan mobilitas masyarakat rata-rata sudah terjadi penurunan mobilitas di Jawa Barat, Kecuali Kabupaten Tasikmalaya dan Kota Banjar yang masih tinggi aktivitas mobilitasnya.

Dengan kunci satu komando dan saling koordinasi yang intens antara instansi terkait diharapkan PPKM darurat ini dapat sukses menekan laju penyebaran Covid-19 di Indonesia.

Hadir dalam kegiatan ini satuan tugas penanganan covid-19 kab. Purwakarta, dan unsur forkopimda.

Komentar