Asisten Daerah Bidang Administrasi Umum Drs. H. Saepuddin, M.Si mewakili Bupati Purwakarta di dampingi Kabid PPM Bapelitbangda mengikuti Rapat Koordinasi TKPK Provinsi dengan TKPK Kabupaten/Kota secara virtual, bertempat di Ogan Lopian
Wakil Gubernur Jawa Barat UU Ruzhanul Ulum menyampaikan dampak Pandemi terhadap penduduk miskin Jawa Barat dalam periode September 2016 hingga September 2019 telah terjadi pengurangan sebanyak 792 ribu jiwa dan penurunan angka kemiskinan sebesar 1,95% namun pada September 2020 terjadi penambahan sebanyak 812 ribu jiwa atau kenaikan angka kemiskinan sebesar 1,61%.
Melonjaknya angka kemiskinan salah satunya disebabkan oleh Pandemi Covid-19 yang berkelanjutan dan berdampak pada perubahan perilaku serta aktivitas ekonomi penduduk.
Pada Maret 2021, jumlah penduduk miskin bertambah sebanyak 6,82 ribu jiwa akan tetapi secara persentase mengalami pengurangan sebesar 0,03% Jumlah penduduk miskin perkotaan bertambah sebanyak 46,10 ribu jiwa sedangkan di perdesaan berkurang sebanyak 39,28 ribu jiwa.
Masalah kemiskinan di Provinsi Jawa Barat pada masa pandemi yaitu sektor yang tumbuh negatif dan kurangnya penyerapan tenaga kerja bisa menyebabkan bertambahnya pengangguran dan bertambahnya penduduk miskin.
Adanya penurunan penghasilan di sektor formal dan informal mengakibatkan potensi bertambahnya penduduk miskin, penyaluran bansos dari pemerintah pusat dirasa belum cukup dalam menangani lonjakan di masa pandemi dari sisi jumlah bantuan, pencakupan, dan penyamaan regulasi informasi.
5 kabupaten/kota di Jawa Barat pada rencana kerja percepatan penanggulangan kemiskinan ekstrem nasional implementasi tahap 1, Kabupaten Bandung, Cianjur, Karawang, Kuningan, Imdramayu.
Komentar
Posting Komentar